MEDIA SOSIAL MENJADI RUANG BARU UNTUK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

Surabaya, 21 April 2026 – Seiring berkembangnya zaman, dinamika perkembangan media sosial terasa semakin beragam dan berjalan begitu cepat di Indonesia. Data dari Goodstats mencatat bahwa bermain media sosial menjadi salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan oleh Gen Z di waktu luang, yakni sebanyak 63%. Dan platform media sosial yang paling banyak digunakan oleh Gen Z pada tahun 2025 didominasi Instagram dan diikuti dengan Tiktok. Hanya dalam satu platform, pengguna dapat menemukan berbagai macam konten yang menarik di media sosial. Mulai dari konten promosi dengan strategi visual yang semakin kreatif, konten viral yang menyebar begitu cepat (konten velocity), hingga muncul berbagai konten self-love, mental health, dan sejenis a day in my life yang menuai respon positif dari pengguna media sosial khususnya bagi perempuan.

Akun Pemberdayaan Perempuan yang Meningkat

Instagram dan Tiktok menjadi platform utama bagi akun-akun yang mengangkat isu perempuan. Sejumlah akun seperti @rahasiagadis, @wewaw.id, @konde.co yang memproduksi konten yang berfokus pada pengembangan diri, edukasi, hingga kesetaraan gender. Di Tiktok, terdapat kreator dengan akun @erryen dan @qonitcah yang juga berfokus membahas tentang kesehatan dan kehidupan perempuan.

Konten yang disajikan dikemas secara menarik, sehingga akun-akun tersebut memiliki jumlah pengikut yang tinggi dan juga tingkat interaksinya tinggi. Dengan kata lain, audiens tertarik terhadap konten pemberdayaan perempuan di media sosial. 


Konten Relatable menjadi Kunci Engagement

Dari munculnya berbagai konten tentang kehidupan perempuan, seperti a day in my life, my makeup tutorial, what’s in my bag, get to know me while I’m doing my makeup, dan konten-konten sejenisnya, menunjukkan bahwa konten yang sifatnya relatable atau dekat dengan pengalaman sehari-hari perempuan cenderung mendapatkan respon yang tinggi dan positif. Konten-konten yang dibalut dengan storytelling yang menarik, dapat mendorong interaksi yang lebih aktif khususnya di bagian kolom komentar.

Jasa Comment / Komentar IG - MURAH DAN TERPERCAYA | SociaBuzz Gigs

Tanggapan Perempuan terhadap Konten Pemberdayaan Perempuan di Media Sosial

Pengaruh konten pemberdayaan perempuan di media sosial juga dirasakan oleh seorang mahasiswi, Ganen (21), ia mengaku bahwa konten dengan konsep self-love membantunya dalam proses memahami diri sendiri dan membuat dirinya menjadi lebih baik. 

“Dulu sering banget ngerasa insecure, tapi justru konten-konten dari cewe-cewe cantik di Tiktok itu justru bikin aku tambah semangat, ditambah lagi memang mereka tuh kebanyakan girls support girls gitu loh, jadi ga pengen cantik sendirian, dia mau berbagi ilmunya,” ujarnya.

Menurut Ganen, akun seperti @rahasiagadis sangat relevan dan dekat dengan pengalaman perempuan dalam kehidupan.

“Aku followers @rahasiagadis sejak lama, konten-konten mereka terus ngasi insight baru buat aku dan dari situ aku selalu terbantu. Jadi lebih sayang dan menghargai diri sendiri gitu,” katanya.

Ganen merasa bahwa konten yang disajikan tidak hanya informatif, tetapi juga memeberikan rasa aman bagi perempuan untuk merasa dipahami melalui pengalaman dalam hidupnya.

#GirlsSupportGirls #TheVoiceOfNextGenWomen #WomenEmpowement #SelfLove


Sumber: Goodstats [Kegiatan yang dilakukan Generasi Muda di Waktu Luang, 2024], Goodstats [Media Sosial yang Paling Sering digunakan Gen Z, 2025], instagram @rahasiagadis, @wewaw.id, @konde.co

Oleh Daniya Sarah Arisandi


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Risiko dan Tantangan di Media Sosial

Perempuan Dominasi Media Sosial Indonesia: Pengguna Aktif Dorong Pemberdayaan Digital