Postingan

Content Creator Perempuan dan Pengaruh Positif di Media Sosial

Gambar
Surabaya, 13 Mei 2026 – Perkembangan media sosial di era sekarang ini membuat perempuan semakin aktif menjadi kreator, dan tidak hanya menjadi konsumen konten saja. Berdasarkan data Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 dari Kementerian Komunikasi dan Digital, skor IMDI nasional mencapai 44,53 dan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 43,34. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan dan keterampilan digital masyarakat Indonesia semakin berkembang. Di tengah perkembangan tersebut, perempuan menjadi salah satu kelompok yang menggunakan media sosial, baik untuk mengonsumsi maupun memproduksi konten digital. Platform seperti Instagram dan TikTok membuka ruang bagi perempuan untuk membagikan cerita, pengalaman, hingga membangun personal branding mereka di platform-platform tersebut. Perempuan sebagai Content Creator Sekarang semakin banyak perempuan yang aktif membuat konten yang beragam di media sosial. Mulai dari konten kecantikan, self-love, edukasi, ...

Tantangan Literasi Digital: Hoaks, Keamanan, dan Kekerasan Online di Era Mahasiswa

Gambar
Surabaya, 14 Mei 2026 -   Di era digital, akses informasi semakin mudah tetapi resikonya juga meningkat, seperti penyebaran hoaks, ancaman terhadap keamanan digital, dan berbagai bentuk kekerasan online menjadi tantangan utama literasi digital bagi mahasiswa. Laporan resmi pemerintah terkait hoaks dan keamanan siber serta data kekerasan online yang dikeluarkan oleh lembaga perlindungan perempuan menjadi rujukan penting untuk memahami skala masalah ini. Berdasarkan laporan-laporan tersebut, terlihat adanya tren peningkatan pelaporan kasus yang menunjukkan kebutuhan mendesak akan edukasi literasi digital yang lebih kuat di kalangan generasi muda. Penyebab utama maraknya hoaks meliputi rendahnya keterampilan verifikasi sumber di kalangan pengguna, algoritma platform yang mempercepat penyebaran informasi, serta kecenderungan pengguna untuk membagikan konten tanpa melakukan cross-check terlebih dahulu. Kondisi ini  menjadi gatekeeper yang lebih kritis terhadap informasi yang m...

Representasi Perempuan dalam Kepemimpinan: Dominasi Wanita di Komunitas Film Indie Kofiekom UNESA 2026/2027

Gambar
Surabaya, 13 Mei 2026 - Halo, pembaca setia blog Cerita Si Nona! Saat ini sering kali dinamika gender di komunitas kampus sangat terlihat. Kali ini, mari kita bahas representasi perempuan dalam kepemimpinan, khususnya di Komunitas Film Indie Komunikasi (Kofiekom) Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya periode 2026/2027. Data menarik menunjukkan yang lebih banyak perempuan menduduki posisi pemimpin dibanding laki-laki! Data Jumlah Anggota dan Pemimpin di Kofiekom Berdasarkan data internal Kofiekom  periode 2026/2027, komunitas ini punya 45 anggota aktif. Dari jumlah itu: Perempuan: 28 orang (62%) Laki-laki: 17 orang (38%) Lebih mencolok lagi di level kepemimpinan. Dari 6 divisi utama, 4 divisi dipimpin perempuan, Hanya 2 divisi yang dipimpin laki-laki. Ini kontras dengan stereotip kepemimpinan yang sering didominasi pria di industri film indie. Mengapa Perempuan Lebih Banyak Jadi Pemimpin? Fenomena ini selaras dengan teori komunikasi seperti Uses and Gratification...

Literasi Digital Tumbuh, Perempuan Indonesia Kian Berdaya, tapi Kesenjangan Masih Nyata

Gambar
Surabaya, 7 Mei 2026 - Indonesia mencatat kemajuan dalam literasi digital. Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) pada 2025 mencapai 44,53, naik 1,19 poin dibanding tahun sebelumnya. Namun angka itu menyimpan ketimpangan yang belum selesai perempuan masih menghadapi jurang akses yang nyata di ruang digital. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2025, sekitar 64,5 persen atau 37 juta pelaku UMKM di Indonesia dijalankan oleh perempuan. Meski mendominasi sektor usaha kecil, mereka justru paling rentan terhadap kesenjangan digital. Perempuan di sektor informal menghadapi risiko otomatisasi yang lebih tinggi, serta keterbatasan akses terhadap pelatihan berbasis teknologi. Data BPS (2024) mencatat partisipasi perempuan dalam sektor startup berbasis teknologi meningkat 8 persen dibanding tahun sebelumnya. Perempuan kini menjadi aktor penting dalam e-commerce, pendidikan daring, dan konten kreatif.  Masalah utama masih terletak pada ketimpangan akses. Di daerah ped...

Kesetaraan Gender di Kampus: Perempuan Masih Hadapi Tekanan Sosial dan Budaya

Gambar
Surabaya, 29 April 2026 – Kesetaraan gender dalam dunia pendidikan terlihat mengalami peningkatan, terkhususnya di dalam lingkungan kampus. Bahkan salah satu Universitas di Surabaya, yakni Universitas Negeri Surabaya sudah menerapkan #GenderEquality di lingkup kampusnya. Namun dibalik kemajuan yang terlihat, terdapat banyak hambatan dari lingkungan sosial dan budaya. Berdasarkan data dari UNESCO, norma sosial dan stereotip gender masih mempengaruhi pengalaman pendidikan serta peluang yang diterima oleh perempuan dan laki-laki. Data lain dari UNESCO juga menunjukkan bahwa ketimpangan gender cenderung berasal dari nilai sosial dan budaya yang sudah terikat di masyarakat. Pengaruh Budaya dalam Lingkungan Kampus Kenyataannya, tidak semua kampus menerapkan gender equality. Masih banyak perempuan yang ragu dengan dirinya sendiri dan memilih hanya untuk menjadi sosok pendukung, dan bukan pemimpin. Salah satu penyebabnya ialah melalui budaya dalam masyarakat yang masih sering terbawa ke lingk...

Media Sosial sebagai Ruang Edukasi Gender: Membuka Wawasan, Menuntut Literasi

Gambar
Surabaya, 7 Mei 2026 - Saat ini, media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Data dari GoodStats tahun 2024 menunjukkan bahwa dua platform yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah WhatsApp (90,9%) dan Instagram (85,3%). Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa hampir seluruh masyarakat telah terhubung dengan media sosial. (Sumber: Goodstats, 2024) Dari sisi gender, penggunaan media sosial juga menunjukkan pola yang menarik. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025, perempuan tercatat lebih aktif menggunakan beberapa platform populer seperti TikTok (37,55%), Facebook (21,28%), YouTube (21%), dan Instagram (16,75%) dibandingkan laki-laki. (Sumber: APJII 2025) Tingginya penggunaan media sosial ini tidak dapat dilepaskan dari pentingnya literasi digital. Di tengah arus informasi yang cepat dan masif, kemampuan untuk memilah dan memverifikasi informasi menjadi krusial agar pengguna tidak mudah terpapar hoaks. N...

Dari Kartini ke Kampus: Akses Setara, Tapi Perempuan Masih Tertinggal di Pendidikan Tinggi

Gambar
Surabaya, 6 Mei 2026 -  Ketidaksetaraan gender dalam pendidikan dulu pernah menjadi masalah yang besar sampai membuat sebuah perjuangan dari ibu Kartini. Seiring berjalannya zaman, pendidikan juga lebih baik dalam segi kesetaraan dan hak untuk mendapat pendidikan. menurut data BPS, Perbandingan APK (Angka Partisipasi Kasar) antara laki-laki dan perempuan terus meningkat dihitung dari 2020 hingga 2025 lalu. Angka partisipasi perempuan pun juga lebih banyak dibanding laki-laki setiap tahunnya.  (Sumber: GoodStats, 2025) (Sumber: BPS, 2025) Data Statistik Pendidikan Tinggi 2020 menunjukkan bahwa partisipasi perempuan menurun signifikan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pada tingkat magister (S2), perempuan hanya sekitar 40,4%, dan turun drastis menjadi 27,2% pada jenjang doktoral (S3). Ketimpangan ini berlanjut di level akademik, di mana perempuan hanya mencakup sekitar 46% dari total dosen di Indonesia. (Sumber: Statistik Pendidikan Tinggi, 2020) Hal ini menunjukkan, ba...