Risiko dan Tantangan di Media Sosial

Surabaya, 21 April 2026 - Media sosial memberdayakan perempuan untuk berbagi cerita dan ide. Tapi, ada risiko dan tantangan untuk perempuan  seperti kekerasan online. Menurut data, 60% pengguna media sosial di Indonesia adalah perempuan. Komnas Perempuan sering bagikan informasi ini melalui media sosial Instagram. 


Di Indonesia, perempuan mendominasi media sosial dengan 60% pengguna. Mereka aktif di Instagram, TikTok, dan platform lain untuk berbisnis atau berbagi pengalaman. Angka ini tinggi karena perempuan suka koneksi sosial. 


Namun, semakin banyak pengguna berarti semakin rentan juga terhadap bahaya. Seperti contohnya ejekan atau ancaman online, Pengungkapan data pribadi tanpa izin dan Pelecehan seksual, verbal, atau diskriminasi.



Sumber : https://www.instagram.com/reel/DXMDlZykbB2/?igsh=M3k2cHI4OGg0cnNq


Dalam Reels Instagram tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 1.600 kasus kekerasan seksual online tahun lalu. Kasus ini naik sejak pandemi. Tantangan lainnya juga banyak perempuan kurang paham mengenai literasi digital, sehingga privasi mudah dilanggar.


Menurut ND yang kini menjadi mahasiswa aktif mengatakan "Cyberbullying dan doxing sering terjadi. Platform seperti Instagram harus lebih cepat tangani laporan, plus perempuan butuh pelatihan literasi digital.”,  Selain itu ND juga memiliki solusi untuk kasus ini "Pemerintah dan platform dapat kolaborasi untuk membuat ruang aman. Seperti mengikuti kampanye di Instagram dan laporkan ke hotline jika korban mengalami hal tersebut." ujar ND. 


Mari kita saling melindungi di media sosial dan laporkan kekerasan yang Anda lihat, dukung perempuan lain dengan komentar positif, dan sebarkan informasi aman dari instagram @komnasperempuan. Bersama, ciptakan ruang digital yang aman untuk semua!



Sumber : Instagram @komnasperempuan, Reels Instagram @duniameutya

Penulis : Talitha Salsabila


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perempuan Dominasi Media Sosial Indonesia: Pengguna Aktif Dorong Pemberdayaan Digital

MEDIA SOSIAL MENJADI RUANG BARU UNTUK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN